Apa khabar Pak/Ibu,
Di tengah panasnya summer di Saudi, saya menulis kepada Bapak/Ibu. Salah satu keyword yang sering di cari oleh para pencari kerja intelek (baca: siapa saja yang merasa intelek: PRT, tukang las, engineer, dsb) di internet adalah standard salary engineer, atau salary accounting, atau IT salary dsb-nya. Kata ini kadang di sambung dengan "standar salary bla..bla...bla... Indonesia". Keyword itu juga sering kali berkembang menjadi "standard salary American engineer " atau "standard salary bos from UK", karena sekedar pengen menebak berapa sih salary bos :). Jika itu yang Bapak cari, saya akan membantu Bapak menemukan jawabannya disini.
Showing posts with label salary. Show all posts
Showing posts with label salary. Show all posts
Tuesday, July 5, 2011
Standard Salary Engineer ?
Labels:
Renungan,
salary,
saudi arabia
Thursday, October 7, 2010
Kisah seorang expat..
Bapak/Ibu,
Apa khabar ?
Kali ini saya mau cerita tentang seorang expat bule yang bekerja di Saudi Arabia ini kurang lebih 6 tahun. Ini adalah kisah nyata, walaupun dapat beberapa aspek di cerita ini merupakan analisa saya saja, tapi garis besarnya adalah sedemikian adanya. Beliau ini berumur kurang lebih 58 thn. Awalnya dia bekerja di salah satu perusahaan minyak unik di Afrika. Perusahaan ini mengolah batubarat (coal) menjadi minyak liquid.
Apa khabar ?
Kali ini saya mau cerita tentang seorang expat bule yang bekerja di Saudi Arabia ini kurang lebih 6 tahun. Ini adalah kisah nyata, walaupun dapat beberapa aspek di cerita ini merupakan analisa saya saja, tapi garis besarnya adalah sedemikian adanya. Beliau ini berumur kurang lebih 58 thn. Awalnya dia bekerja di salah satu perusahaan minyak unik di Afrika. Perusahaan ini mengolah batubarat (coal) menjadi minyak liquid.
Labels:
lowongan,
Renungan,
salary,
saudi arabia
Thursday, May 27, 2010
Pekerja Sejati..
Saudi Arabia negara yang unik. Sangat menjanjikan bagi banyak orang. Orang-orang berdatangan dari berbagai penjuru negara. Easy money in here..begitu kata teman saya yang orang barat, yang bekerja sebagai salah satu manager di sini. Free tax, housing di tanggung, medical, school provided, car provided, flight ticket back provided, begitu bunyi tawaran perusahaan-perusahaan di sini. Praktis uang gaji bisa di simpan sesimpan-simpannya untuk di bawa pulang ke negara masing-masing.
Negara yang punya uang, tapi relative masih minim pekerja. Mereka membangun mega proyek di sini, bukan yang skala kecil. Selalu, the biggest refinery, the biggest petrochemical, dan the biggest lainnya. Saudi memang butuh pekerja.
Bagi orang-orang barat yang punya keahlian, ini ladang yang luar biasa tentunya. Mega proyek...., sangat menantang. Barat sekarang memang yang memegang kendali teknologi. Walaupun tidak sedikit yang cuma beruntung berasal dari barat dan bisa berbahasa Inggris dengan baik dan benar. Tidak sedikit pula pekerja skill yang berasal dari Timur yang tidak kalah keahliannya. Bahkan mungkin jumlahnya jauh lebih besar.
Seiring dengan berjalannya waktu, Saudi sepertinya menyadari bahwa, rakyatnya harus di didik untuk bisa menjadi motor utama perusahaan disini. Pekerja-pekerja asing mulai dikurangi. Saya belum melihat dampaknya ke pekerja yang berasal dari negara non barat. Tapi orang-orang barat disini mulai dipangkas karena mungkin salah satunya cost mereka yang besar. Sang expat dari barat digantikan oleh orang Saudi, dan sebagai pendampingnya, mereka menggunakan tenaga dari negara Timur. Saya tidak mau terjebak perdebatan kok si Barat di gaji lebih besar dan si Timur lebih kecil walaupun punya keahlian sama. Saya ga menyalahkan mereka sih, dapat gaji yang besar. Wong,di negaranya juga cost of living besar, atau gaji orang timur yang kekecilan dinegaranya ?? ntah lah..
Makanya ketika ada pertanyaan soal standard gaji, saya cenderung untuk menjawab, berapa cost of living disini, jadi Bapak/Ibu bisa tahu kira-kira bakal bisa saving berapa. Perusahaan (Government of Saudi owned company) disini sepertinya tidak memberi ruang untuk negosiasi, namun berbeda jika seandainya Bapak/Ibu bekerja di perusahaan multinational company disini. Saya melihat ada peluang untuk itu. Namun, semua bisa di bicarakan dan di coba, bukan begitu ?
Bagaimana dengan pekerja non-skill ? Woi.. jumlahnya jauh lebih besar. Merekalah pekerja-pekerja sejati yang coba mengadu nasib demi hidup yang lebih baik untuk anak-anak dan istrinya. Ah.. terus terang sebenarnya saya tidak melihat ada perbedaan anatara pekerja skill dan non-skill dalam hal ini. Toh, semuanya juga datang kemari demi hidup yang lebih baik. Bener ga ? Tapi pekerja non skill tidak bisa membawa keluarganya disini. Hanya pekerja yang berpredikat minimal Technician yang bisa membawa keluarga ke sini, begitu menurut peraturan Saudi.
Jarang pekerja non-skill ini pulang setahun sekali. Umumnya 2 hingga 3 tahun sekali. Saya tidak bisa membayangkan berpisah dari anak dan istri selama setahun. Sebulan aja berat rasanya. Mungkin saya yang terlalu sentimentil ? Tapi menurut saya ini masalah sosial yang lain. Eh.. banyak juga lho pekerja yang skill tidak membawa keluarga ke sini. Tapi umumnya itu karena itu pilihan mereka. Mereka memilih untuk tidak membawa keluarga...Saya sering mengamati para pekerja Non-Skill disini. Membuat kaki saya tetap ditanah.. to keep my feet on the ground ...itu kata rekan saya sorang bule yang bijaksana...how lucky I am
Labels:
Renungan,
salary,
saudi arabia,
visa saudi
Thursday, May 13, 2010
Engineer Salary di Saudi Arabia dan tips
Setelah membaca cerita saya tentang Salary Saudi Arabia, mungkin Bapak/Ibu agak kecewa ya karena tidak menemukan yang di cari ? Ayo ngaku..!! hehe. Saya cuma ingin membawa Bapak/Ibu bahwa di Saudi Arabia yang kaya minyak ini, juga ada Saudara kita yang kerja seperti itu, dan mereka merasa sangat bahagia. Bersyukur mungkin kata yang tepat. At least for the time being, itu lah yang terbaik, sambil terus usaha.
Saudi Arabia adalah tempat dengan living cost yang termurah di GCC Country. Itu menurut temen-temen yang sudah pernah kerja di Dubai, dan Qatar. "Dubai ampun-ampunan, nyaris amburadul mas keuangan saya ketika saya di Dubai ".. gitu menurut temen saya.
Sebenarnya sih semua tergantung bagaimana gaya hidup. Tapi moso, dah jauh dari kampung, kita mau hidup ngirit dan pas2-an ? Bener ga ?
Semua di mulai dari seberapa berharga kita menurut perusahaan. Kalo kita jago, pasti di kasi gaji tinggi. Bener ga ? (sambil malu2, karena mikir diri sendiri hihi). Menurut saya standard gaji sih tergantung kalau Bapak/Ibu mau saving berapa per bulannya.
Rata-rata, keluarga dengan 2-3 orang anak per bulan akan menghabiskan 1000-1500 USD. Cost terbesar di Saudi itu adalah uang rumah dan Sekolah buat anak. Makanya ketika nego gaji, lihat dan yakinkan hal ini sudah secure. Jika Bapak memilih tinggal di apartment, maka harga yang bagus itu 30-40 Ribu Riyal/Tahun. Namun harap diingat ya, apartment di Saudi tidak seperti di kita yang punya halaman dan fasilitas mewah, jadi mungkin agak sedikit susah bagi perempuan untuk keluar apartment sendiri. Perempuan agak susah keluar disini, karena harus di temanin oleh muhrim. Jika Bapak memilih tinggal di compund, harga compound terendah itu di kisaran 60 ribu Riyal/Tahun. Tapi harap diingat harga dikisaran ini laris manis di Saudi, jadi agak susah untuk mendapatkannya. Jika Bapak mau aman, minta di kisaran 90 ribu Riyal/Tahun ke atas ketika nego gaji.
Sedang bagi yang anaknya sekolah, anak Bapak/Ibu harus bersekolah di International school. Jadi ndak boleh ke sekolah lokal. Biaya International school itu yang termahal seperti British International school, dikisaran 30-45 ribu Riyal/ tahun. Sedangkan kan yang terendah di harga 6 ribu riyal/tahun. Tapi jangan tanya soal mutu ya. Saya ga tau soalnya. Mungkin bisa jadi yang murah lebih baik. Ayo, ada yang punya pengalaman ? atau ada yang mau homeschooling ? coba Bapak/Ibu cari inspirasi di sini
Saudi Arabia adalah tempat dengan living cost yang termurah di GCC Country. Itu menurut temen-temen yang sudah pernah kerja di Dubai, dan Qatar. "Dubai ampun-ampunan, nyaris amburadul mas keuangan saya ketika saya di Dubai ".. gitu menurut temen saya.
Sebenarnya sih semua tergantung bagaimana gaya hidup. Tapi moso, dah jauh dari kampung, kita mau hidup ngirit dan pas2-an ? Bener ga ?
Semua di mulai dari seberapa berharga kita menurut perusahaan. Kalo kita jago, pasti di kasi gaji tinggi. Bener ga ? (sambil malu2, karena mikir diri sendiri hihi). Menurut saya standard gaji sih tergantung kalau Bapak/Ibu mau saving berapa per bulannya.
Rata-rata, keluarga dengan 2-3 orang anak per bulan akan menghabiskan 1000-1500 USD. Cost terbesar di Saudi itu adalah uang rumah dan Sekolah buat anak. Makanya ketika nego gaji, lihat dan yakinkan hal ini sudah secure. Jika Bapak memilih tinggal di apartment, maka harga yang bagus itu 30-40 Ribu Riyal/Tahun. Namun harap diingat ya, apartment di Saudi tidak seperti di kita yang punya halaman dan fasilitas mewah, jadi mungkin agak sedikit susah bagi perempuan untuk keluar apartment sendiri. Perempuan agak susah keluar disini, karena harus di temanin oleh muhrim. Jika Bapak memilih tinggal di compund, harga compound terendah itu di kisaran 60 ribu Riyal/Tahun. Tapi harap diingat harga dikisaran ini laris manis di Saudi, jadi agak susah untuk mendapatkannya. Jika Bapak mau aman, minta di kisaran 90 ribu Riyal/Tahun ke atas ketika nego gaji.
Sedang bagi yang anaknya sekolah, anak Bapak/Ibu harus bersekolah di International school. Jadi ndak boleh ke sekolah lokal. Biaya International school itu yang termahal seperti British International school, dikisaran 30-45 ribu Riyal/ tahun. Sedangkan kan yang terendah di harga 6 ribu riyal/tahun. Tapi jangan tanya soal mutu ya. Saya ga tau soalnya. Mungkin bisa jadi yang murah lebih baik. Ayo, ada yang punya pengalaman ? atau ada yang mau homeschooling ? coba Bapak/Ibu cari inspirasi di sini
Labels:
bersyukur,
compound,
international school,
khobar,
salary,
saudi arabia,
sekolah
Thursday, May 6, 2010
Salary Saudi Arabia
Saya sudah cerita soal gimana saya ngelamar, di interview, trus awal berangkat. Ada yang tertarik saya cerita soal salary ga ? saya tunggu ya responnya ? **Mode Nunggu ON**.
Satu jam kemudian...
Oke, saya tahu semua ingin tahu masalah yang satu ini. :)..
Beberapa minggu yang lalu ketika saya hendak sholat di mesjid di dekat compound saya, tiba-tiba saya lihat ada anak muda dengan baju koko, terus pakai kain sarung lewat di depan saya. Hmm, ga salah lagi nih.. Muka melayu, pake baju koko lagi. Langsung saya tegur.."Orang Indonesia mas ?" Eh Iya Pak, waduh saya capek cari Indonesia ga ketemu. Jawabnya dengan logat Cirebon. Saya baru datang Pak, maaf tadi saya pikir Bapak orang Philipina !! tambah si Anak muda tadi. Selesai sholat kami ngobrol lagi.. "
Saya dari Cirebon Pak, baru datang dua hari yang lalu. Saya datang melalui PJTKI anu (bukan nama sebenarnya) dengan membayar 13 juta, mau di janjiin kerjaan sebagai cleaning service di Khobar. Tapi dah tiga hari belum ada khabarnya ini Pak. Saya ndak bisa bahasa Arab, bahasa Inggris apa lagi. Saya sampe di Airport Dammam jam tiga pagi, baru di jemput jam dua belas siang. Saya agak takut Pak, Dari Indonesia saya cuma di kasih nama perusahaan yang menampung saya, tapi alamat dan nomor telponnya ga ada. Tadi waktu di Airport saya sempat salah naik mobil, habis si supir-nya cuma nanya ..Indonesia !!! Indonesia !!! langsung aja saya naek, eh di tengah jalan dia berhenti, trus nelpon. Saya jadi takut, langsung aja saya kabur balik lagi ke Airport. Syukurnya belum jauh.
"...Jam 12 an, ada supir datang teriak nama perusahaan penampung saya, sampai akhirnya saya sampai disini. Syukurnya penginapan dan makanan di tanggung Pak. Soalnya duit saya cuma 50 ribu rupiah. Besok saya di suruh datang ke kantor, tapi saya bingung, soalnya nda ngerti dia ngomong apa, Si Anak muda menambahkan.... "Kalau begitu, besok kamu kalau sudah di kantor, sms saya biar saya yang ngomong ke orangnya !!!", jawab saya. "Ohh.. terima kasih Pak, tapi saya bingung mau sms pakai apa, saya punya HP tapi nda ada SIM card-nya". Ya udah, akhirnya saya beliin dia SIM card sekalian pulang ke compund. Besoknya, setelah menerima sms dari Si Anak muda tadi, saya ngomong langsung ke perusahaan penampungnya. Syukurnya perusahaan penampunya kelihatannya cukup bertanggung jawab.
Besoknya di mesjid yang sama, saya bertemu lagi dengan Si Anak muda Cirebon, "Pak kemarin dia ada tanya soal salary. Salary itu apa ya ?" Gubraaaaaaaaak, hati saya tertegun. "Saya tahu apa yang paling penting kamu harus punya untuk survive di Saudi !!!", jawab saya. "KAMU HARUS PUNYA KAMUS". Saya install di HP-nya kamus mobile Indonesia-Inggris.
Beberapa hari berselang, si Anak muda Cirebon, ngasih kabar ke saya bahwa dia sudah di tempatkan di tempat baru, dan bekerja di Rumah Sakit sebagai Cleaning Service dengan gaji 800 Rial/Bln. Nah, Bapak/Ibu baru sekarang tahu berapa kira-kira gaji cleaning service di Saudi.
Satu jam kemudian...
Oke, saya tahu semua ingin tahu masalah yang satu ini. :)..
Beberapa minggu yang lalu ketika saya hendak sholat di mesjid di dekat compound saya, tiba-tiba saya lihat ada anak muda dengan baju koko, terus pakai kain sarung lewat di depan saya. Hmm, ga salah lagi nih.. Muka melayu, pake baju koko lagi. Langsung saya tegur.."Orang Indonesia mas ?" Eh Iya Pak, waduh saya capek cari Indonesia ga ketemu. Jawabnya dengan logat Cirebon. Saya baru datang Pak, maaf tadi saya pikir Bapak orang Philipina !! tambah si Anak muda tadi. Selesai sholat kami ngobrol lagi.. "
Saya dari Cirebon Pak, baru datang dua hari yang lalu. Saya datang melalui PJTKI anu (bukan nama sebenarnya) dengan membayar 13 juta, mau di janjiin kerjaan sebagai cleaning service di Khobar. Tapi dah tiga hari belum ada khabarnya ini Pak. Saya ndak bisa bahasa Arab, bahasa Inggris apa lagi. Saya sampe di Airport Dammam jam tiga pagi, baru di jemput jam dua belas siang. Saya agak takut Pak, Dari Indonesia saya cuma di kasih nama perusahaan yang menampung saya, tapi alamat dan nomor telponnya ga ada. Tadi waktu di Airport saya sempat salah naik mobil, habis si supir-nya cuma nanya ..Indonesia !!! Indonesia !!! langsung aja saya naek, eh di tengah jalan dia berhenti, trus nelpon. Saya jadi takut, langsung aja saya kabur balik lagi ke Airport. Syukurnya belum jauh.
"...Jam 12 an, ada supir datang teriak nama perusahaan penampung saya, sampai akhirnya saya sampai disini. Syukurnya penginapan dan makanan di tanggung Pak. Soalnya duit saya cuma 50 ribu rupiah. Besok saya di suruh datang ke kantor, tapi saya bingung, soalnya nda ngerti dia ngomong apa, Si Anak muda menambahkan.... "Kalau begitu, besok kamu kalau sudah di kantor, sms saya biar saya yang ngomong ke orangnya !!!", jawab saya. "Ohh.. terima kasih Pak, tapi saya bingung mau sms pakai apa, saya punya HP tapi nda ada SIM card-nya". Ya udah, akhirnya saya beliin dia SIM card sekalian pulang ke compund. Besoknya, setelah menerima sms dari Si Anak muda tadi, saya ngomong langsung ke perusahaan penampungnya. Syukurnya perusahaan penampunya kelihatannya cukup bertanggung jawab.
Besoknya di mesjid yang sama, saya bertemu lagi dengan Si Anak muda Cirebon, "Pak kemarin dia ada tanya soal salary. Salary itu apa ya ?" Gubraaaaaaaaak, hati saya tertegun. "Saya tahu apa yang paling penting kamu harus punya untuk survive di Saudi !!!", jawab saya. "KAMU HARUS PUNYA KAMUS". Saya install di HP-nya kamus mobile Indonesia-Inggris.
Beberapa hari berselang, si Anak muda Cirebon, ngasih kabar ke saya bahwa dia sudah di tempatkan di tempat baru, dan bekerja di Rumah Sakit sebagai Cleaning Service dengan gaji 800 Rial/Bln. Nah, Bapak/Ibu baru sekarang tahu berapa kira-kira gaji cleaning service di Saudi.
Labels:
middle east,
salary,
saudi arabia
Subscribe to:
Posts (Atom)