Apa khabar Pak/Ibu,
Di tengah panasnya summer di Saudi, saya menulis kepada Bapak/Ibu. Salah satu keyword yang sering di cari oleh para pencari kerja intelek (baca: siapa saja yang merasa intelek: PRT, tukang las, engineer, dsb) di internet adalah standard salary engineer, atau salary accounting, atau IT salary dsb-nya. Kata ini kadang di sambung dengan "standar salary bla..bla...bla... Indonesia". Keyword itu juga sering kali berkembang menjadi "standard salary American engineer " atau "standard salary bos from UK", karena sekedar pengen menebak berapa sih salary bos :). Jika itu yang Bapak cari, saya akan membantu Bapak menemukan jawabannya disini.
Tuesday, July 5, 2011
Standard Salary Engineer ?
Labels:
Renungan,
salary,
saudi arabia
Thursday, June 2, 2011
Kisah seorang engineer kampung..
Apa khabar ?
Bapak/Ibu,
Saya menulis ini dalam keadaan gundah gulana, sedih.. Pasalnya saya baru saja men-declined offer dari perusahaan top ten dunia menurut majalah Forbes. Mungkin Bapak akan mengatakan, "gaya nih, peluang ditolak." Ya, peluang itu harus saya tolak, bukan karena offer-nya tidak menarik, bukan itu (Well, menarik ga menarik tergantung sih..) Jadi dah memutuskan menolak, kenapa sedih ? Nyesal ya ? ..................Bukan, bukan nyesal. Tapi ada yang lain.
Bapak/Ibu,
Saya menulis ini dalam keadaan gundah gulana, sedih.. Pasalnya saya baru saja men-declined offer dari perusahaan top ten dunia menurut majalah Forbes. Mungkin Bapak akan mengatakan, "gaya nih, peluang ditolak." Ya, peluang itu harus saya tolak, bukan karena offer-nya tidak menarik, bukan itu (Well, menarik ga menarik tergantung sih..) Jadi dah memutuskan menolak, kenapa sedih ? Nyesal ya ? ..................Bukan, bukan nyesal. Tapi ada yang lain.
Labels:
Renungan
Thursday, May 19, 2011
11 Jam di Qatar
Apa khabar ?
Saya menulis dari Doha Qatar, di sebuah hotel berbintang, sambil menunggu calon bos yang ingin bertemu dengan saya sebelum memutuskan untuk menerima saya bergabung di departemen yang di pimpinnya. Perusahaan tersebut cukup ternama di dunia. Perjalanan saya sendiri cukup unik, karena saya cuma akan beberapa jam saja di Doha. Kelihatannya keren kan ?, perjalanan jauh-jauh, cuma untuk bertemu yang saya perkirakan cuma akan memakan waktu setengah jam, paling lama tiga puluh enam menit.. Keren kan ? ..akan keren jika semua biaya, di tanggung oleh perusahaan. Tapi jika harus ditanggung sendiri... meneketehe... !!! Tenang aja Pak/Ibu.. biaya di tanggung penuh perusahaan tersebut....
Lalu maksudnya nulis ini cuma buat pamer, makan di hotel berbintang, jauh-jauh cuma untuk beberapa menit, lalu terbang lagi 13 jam.. begitu ? Bukan Pak/Ibu, kalau cuma seperti ini, sudah terlalu sering bagi saya :). Saya mau menulis karena ada hal yang lain.
Saya menulis dari Doha Qatar, di sebuah hotel berbintang, sambil menunggu calon bos yang ingin bertemu dengan saya sebelum memutuskan untuk menerima saya bergabung di departemen yang di pimpinnya. Perusahaan tersebut cukup ternama di dunia. Perjalanan saya sendiri cukup unik, karena saya cuma akan beberapa jam saja di Doha. Kelihatannya keren kan ?, perjalanan jauh-jauh, cuma untuk bertemu yang saya perkirakan cuma akan memakan waktu setengah jam, paling lama tiga puluh enam menit.. Keren kan ? ..akan keren jika semua biaya, di tanggung oleh perusahaan. Tapi jika harus ditanggung sendiri... meneketehe... !!! Tenang aja Pak/Ibu.. biaya di tanggung penuh perusahaan tersebut....
Lalu maksudnya nulis ini cuma buat pamer, makan di hotel berbintang, jauh-jauh cuma untuk beberapa menit, lalu terbang lagi 13 jam.. begitu ? Bukan Pak/Ibu, kalau cuma seperti ini, sudah terlalu sering bagi saya :). Saya mau menulis karena ada hal yang lain.
Labels:
Renungan
Sunday, May 8, 2011
Lowongan oi..lowongan
Apa khabar ?
Sudah lama tidak menulis. Sebenarnya sudah dua bulan ini saya di Indonesia. Anehnya, kalau sudah di kampung, menulis itu justru rada malas. Sampai kemudian saya tersadar (atau lebih tepatnya disadarkan) oleh beberapa lowongan yang datang tiba-tiba ke saya. Saya mau share di sini.
Sudah lama tidak menulis. Sebenarnya sudah dua bulan ini saya di Indonesia. Anehnya, kalau sudah di kampung, menulis itu justru rada malas. Sampai kemudian saya tersadar (atau lebih tepatnya disadarkan) oleh beberapa lowongan yang datang tiba-tiba ke saya. Saya mau share di sini.
Labels:
lowongan,
Renungan,
saudi arabia
Sunday, April 3, 2011
4 Tahun Terakhir, Hampir 5 Ribu TKI Tewas di Luar Negeri
Apa khabar Bapak/Ibu,
Ada cerita dari detik.com di bawah ini. Sedih ya...?
Source: detik.com
Selasa, 08/03/2011 16:41 WIB
Jakarta - Dalam 4 tahun terakhir, sedikitnya 4.590 Warga Negara Indonesia (WNI) tewas dalam status sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Angka kematian tertinggi terjadi tahun 2007 yakni 2.081 WNI. Menyusul kemudian tahun 2009 sebanyak 1.107 WNI. Sementara tahun 2010 sebanyak 908 dan 2008 mencapai 494 jiwa melayang.
Ada cerita dari detik.com di bawah ini. Sedih ya...?
Source: detik.com
Selasa, 08/03/2011 16:41 WIB
Jakarta - Dalam 4 tahun terakhir, sedikitnya 4.590 Warga Negara Indonesia (WNI) tewas dalam status sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Angka kematian tertinggi terjadi tahun 2007 yakni 2.081 WNI. Menyusul kemudian tahun 2009 sebanyak 1.107 WNI. Sementara tahun 2010 sebanyak 908 dan 2008 mencapai 494 jiwa melayang.
Labels:
Renungan,
saudi arabia
Wednesday, March 23, 2011
Orang Saudi keras dan kasar ?
Apa khabar ?
Sering mendengar pembantu Indonesia "digebukin" di Saudi oleh majikannya. Gaji TKI tidak di bayar, terlantar dan tidur di kolong jembatan ?. Jadi sebenarnya gimana sih ? Orang Saudi itu kasar banget ya ! Apa bener seperti itu ?
Sering mendengar pembantu Indonesia "digebukin" di Saudi oleh majikannya. Gaji TKI tidak di bayar, terlantar dan tidur di kolong jembatan ?. Jadi sebenarnya gimana sih ? Orang Saudi itu kasar banget ya ! Apa bener seperti itu ?
Labels:
saudi arabia
Wednesday, February 16, 2011
Saudi Arabia land of opportunity ?
Apa khabar ?
Masih ingat saya ? hehehe..
Cari kerjalah di Saudi Arabia. Banyak lowongan disini. Kita bisa "ngumpul disini". Gajinya lumayan jika di bandingkan dengan Indonesia. Gaji satu bulan disini bisa untuk hidup beberapa bulan di Indonesia, bahkan setahun. Mantap ya ?? Tapi saya ga mau cerita soal itu. Saya mau cerita sesuatu yang lebih dari itu.
Masih ingat saya ? hehehe..
Cari kerjalah di Saudi Arabia. Banyak lowongan disini. Kita bisa "ngumpul disini". Gajinya lumayan jika di bandingkan dengan Indonesia. Gaji satu bulan disini bisa untuk hidup beberapa bulan di Indonesia, bahkan setahun. Mantap ya ?? Tapi saya ga mau cerita soal itu. Saya mau cerita sesuatu yang lebih dari itu.
Labels:
Renungan,
saudi arabia
Saturday, December 25, 2010
Persaingan para expat di Saudi
Apa Khabar Bapak/Ibu,
Gimana masih semangat ?
Dah lama ya, saya tidak menulis. Saya dilanda kemalasan nulis syndrome nih.. Setelah sibuk keliling, lalu pulang kampung, jadinya malas nulis (sayang "si pulang kampung", selalu di jadiin kambing hitam). Sampai akhirnya saya memiliki waktu luang, lalu mengecek e-mail pribadi dan ada "nyangkut" sebuah e-mail dari website pencari kerja yang isinya "....di cari seorang engineer...bla..bla..bla... to be placed in Saudi"... "eh deket nih, lumayan ah, siapa tau nyangkut" kata saya dalam hati.
Gimana masih semangat ?
Dah lama ya, saya tidak menulis. Saya dilanda kemalasan nulis syndrome nih.. Setelah sibuk keliling, lalu pulang kampung, jadinya malas nulis (sayang "si pulang kampung", selalu di jadiin kambing hitam). Sampai akhirnya saya memiliki waktu luang, lalu mengecek e-mail pribadi dan ada "nyangkut" sebuah e-mail dari website pencari kerja yang isinya "....di cari seorang engineer...bla..bla..bla... to be placed in Saudi"... "eh deket nih, lumayan ah, siapa tau nyangkut" kata saya dalam hati.
Labels:
lowongan,
saudi arabia
Thursday, October 14, 2010
Lagi tentang orang Indonesia..
Apa khabar Pak/Ibu,
Gimana, mantap semuanya ??
Ngomong tentang orang Indonesia di Saudi sepertinya tidak akan ada habis-habisnya. Negara ini sangat sangat mengenal negara yang namanya Indonesia dan orang-orangnya. Selain di kenal di Saudi sebagai the largest moslem country in the world, Indonesia juga di kenal sebagai peng-ekspor pembantu yang baik, (lho.. bukannya tentang ini sudah di tulis ya.. ? ya.. betul, tapi ada sisi yang lain lagi).
Gimana, mantap semuanya ??
Ngomong tentang orang Indonesia di Saudi sepertinya tidak akan ada habis-habisnya. Negara ini sangat sangat mengenal negara yang namanya Indonesia dan orang-orangnya. Selain di kenal di Saudi sebagai the largest moslem country in the world, Indonesia juga di kenal sebagai peng-ekspor pembantu yang baik, (lho.. bukannya tentang ini sudah di tulis ya.. ? ya.. betul, tapi ada sisi yang lain lagi).
Labels:
Renungan,
saudi arabia
Thursday, October 7, 2010
Kisah seorang expat..
Bapak/Ibu,
Apa khabar ?
Kali ini saya mau cerita tentang seorang expat bule yang bekerja di Saudi Arabia ini kurang lebih 6 tahun. Ini adalah kisah nyata, walaupun dapat beberapa aspek di cerita ini merupakan analisa saya saja, tapi garis besarnya adalah sedemikian adanya. Beliau ini berumur kurang lebih 58 thn. Awalnya dia bekerja di salah satu perusahaan minyak unik di Afrika. Perusahaan ini mengolah batubarat (coal) menjadi minyak liquid.
Apa khabar ?
Kali ini saya mau cerita tentang seorang expat bule yang bekerja di Saudi Arabia ini kurang lebih 6 tahun. Ini adalah kisah nyata, walaupun dapat beberapa aspek di cerita ini merupakan analisa saya saja, tapi garis besarnya adalah sedemikian adanya. Beliau ini berumur kurang lebih 58 thn. Awalnya dia bekerja di salah satu perusahaan minyak unik di Afrika. Perusahaan ini mengolah batubarat (coal) menjadi minyak liquid.
Labels:
lowongan,
Renungan,
salary,
saudi arabia
Wednesday, October 6, 2010
Indonesia overqualified ?
Bapak / Ibu,
Apa khabar ?
Sudah membaca tulisan saya yang disini ? di situ menuliskan keprihatinan saya terhadap saudara-saudara kita yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT), dan ternyata orang Saudi harus membayar mahal untuk bisa mendapatkan PRT dari Indonesia. Sangkin mahalnya, membuat pemerintah Saudi berang, dan mengancam akan menghentikan "kerja sama" mendatangkan pembantu dengan pemerintah Indonesia.
Apa khabar ?
Sudah membaca tulisan saya yang disini ? di situ menuliskan keprihatinan saya terhadap saudara-saudara kita yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT), dan ternyata orang Saudi harus membayar mahal untuk bisa mendapatkan PRT dari Indonesia. Sangkin mahalnya, membuat pemerintah Saudi berang, dan mengancam akan menghentikan "kerja sama" mendatangkan pembantu dengan pemerintah Indonesia.
Labels:
Renungan,
saudi arabia
Subscribe to:
Posts (Atom)