Bapak/Ibu apa khabar ?
Di client tempat saya saat ini bekerja sedang giat-giatnya menerima engineer-engineer fresh graduate. Bagi para fresh graduate Indonesia yang melihat ini pasti matanya langsung berbinar terang, atau mungkin terisak haru.. dan kemudian jatuh pingsan haah !!! yang bener nih ?? Iya, bener...!!!,
Wednesday, July 28, 2010
Vacancy bagi orang Saudi
Labels:
saudi arabia
Thursday, July 8, 2010
Expat di Saudi
Apa kabar Bapak/Ibu,
Tadi malam dalam perjalanan menuju ke mesjid untuk shalat Isya, saya melihat pemandangan yang membuat saya terharu dan bahagia sekaligus. Sekumpulan expat yang kalau saya lihat dari pakaian yang di gunakan sepertinya berasal dari Pakistan, melepas kepulangan temannya ke kampung halaman. Kenapa mau pulang aja kok ? biasa aja ? Ya, kalau sang expat dari kalangan engineers, atau kantoran yang biasanya bisa pulang ke negeri masing-masing sekali atau dua kali setahun. Namun berbeda dengan expat yang satu ini. Mereka dari kalangan pekerja "informal". Bisa pulang sekali dalam dua tahun sudah merupakan hal yang membahagiakan.
Tadi malam dalam perjalanan menuju ke mesjid untuk shalat Isya, saya melihat pemandangan yang membuat saya terharu dan bahagia sekaligus. Sekumpulan expat yang kalau saya lihat dari pakaian yang di gunakan sepertinya berasal dari Pakistan, melepas kepulangan temannya ke kampung halaman. Kenapa mau pulang aja kok ? biasa aja ? Ya, kalau sang expat dari kalangan engineers, atau kantoran yang biasanya bisa pulang ke negeri masing-masing sekali atau dua kali setahun. Namun berbeda dengan expat yang satu ini. Mereka dari kalangan pekerja "informal". Bisa pulang sekali dalam dua tahun sudah merupakan hal yang membahagiakan.
Labels:
Renungan,
saudi arabia
Tuesday, July 6, 2010
Saudi di summer..
Jika Bapak/Ibu ingin tahu seperti apa suhu di Saudi jika summer, maka jika Bapak/Ibu lagi memasak kue di dalam oven, maka bukalah oven tersebut dan rasakanlah udara panas yang keluar. Suhu jika summer range 40 - 50 deg C. Mata di picingkan jika berjalan keluar karena silau.
Labels:
saudi arabia,
summer
Jubail
Bapak/Ibu,
Apa kabar ? lama juga saya tidak posting. Kalau sudah seperti ini, itu biasanya saya tugas keluar kota. Kali ini saya di tugaskan ke SAFCO (SABIC Fertilizer Company) Jubail. Jubail itu kurang lebih satu jam perjalanan dari Khobar (150 km). Ya, 150 km di tempuh kurang lebih satu jam perjalanan. Kecepatan rata-rata di highway sini itu 120-160 km/jam. Sedikit tips dari saya jika mengendarai mobil di highway Saudi adalah jangan meleng. Karena mobil bisa datang dari arah mana saja. Baik itu kiri atau kanan Bapak. Orang sini jarang menggunakan klakson. Jadi jika ingin mendahului Bapak/Ibu, dia langsung aja mendekati Bapak/Ibu dan mengambil bahu jalan atau manapun itu. Ingat ya, stir-nya sebelah kiri, jadi mengendarai mobilnya di sebelah kanan. Jadi jika ingin mendahului mestinya dari arah kiri.
Jubail itu kota industri Pak/Ibu. Banyak pabrik disana. Kota ini mengingatkan saya akan Kerawang/Bekasi/Cikampek. Cuma industri-nya aja yang agak beda, karena disini industri- selalu berkaitan dengan Oil & Gas dan Petrochemical. Walaupun ada juga pabrik baja dan semen. Memasuki pusat kotanya mengingatkan saya akan Jalan Sabang di Jakarta jika lagi makan siang. Banyak orang lalu lalang, mobil dan kaki lima. Pokoknya komplit deh. Pertama sekali saya kesini saya pikir ini bukan Saudi, karena yang saya lihat di jalan melulu orang India, Philipina, Nepal, Bangladesh, Pakistan..Ehemm.. jarang ada orang Saudi-nya.
Lumayan banyak komunitas Indonesia disini. Umumnya mereka bekerja di SABIC. Tempat ngumpul mereka itu di da'wah center Jubail. (alim-alim ya Pak/Ibu orang kita di sini, ngumpul nya aja di da'wah center) Jadi sering-sering aja main ke da'wah center Jubail, insya Allah ketemu mereka. Inya Allah juga kalau Bapak ke Saudi jadi alim seperti mereka.
Karena ini kota industri, ntah kenapa segala sesuatunya jadi lebih mahal disini jika dibandingkan di Khobar, baik itu housing, hotel atau belanja.
Saya cari-cari poto potretan saya tentang Jubail belum ketemu di hard disk, insya Allah nanti kalo ketemu saya upload deh..
Apa kabar ? lama juga saya tidak posting. Kalau sudah seperti ini, itu biasanya saya tugas keluar kota. Kali ini saya di tugaskan ke SAFCO (SABIC Fertilizer Company) Jubail. Jubail itu kurang lebih satu jam perjalanan dari Khobar (150 km). Ya, 150 km di tempuh kurang lebih satu jam perjalanan. Kecepatan rata-rata di highway sini itu 120-160 km/jam. Sedikit tips dari saya jika mengendarai mobil di highway Saudi adalah jangan meleng. Karena mobil bisa datang dari arah mana saja. Baik itu kiri atau kanan Bapak. Orang sini jarang menggunakan klakson. Jadi jika ingin mendahului Bapak/Ibu, dia langsung aja mendekati Bapak/Ibu dan mengambil bahu jalan atau manapun itu. Ingat ya, stir-nya sebelah kiri, jadi mengendarai mobilnya di sebelah kanan. Jadi jika ingin mendahului mestinya dari arah kiri.
Jubail itu kota industri Pak/Ibu. Banyak pabrik disana. Kota ini mengingatkan saya akan Kerawang/Bekasi/Cikampek. Cuma industri-nya aja yang agak beda, karena disini industri- selalu berkaitan dengan Oil & Gas dan Petrochemical. Walaupun ada juga pabrik baja dan semen. Memasuki pusat kotanya mengingatkan saya akan Jalan Sabang di Jakarta jika lagi makan siang. Banyak orang lalu lalang, mobil dan kaki lima. Pokoknya komplit deh. Pertama sekali saya kesini saya pikir ini bukan Saudi, karena yang saya lihat di jalan melulu orang India, Philipina, Nepal, Bangladesh, Pakistan..Ehemm.. jarang ada orang Saudi-nya.
Lumayan banyak komunitas Indonesia disini. Umumnya mereka bekerja di SABIC. Tempat ngumpul mereka itu di da'wah center Jubail. (alim-alim ya Pak/Ibu orang kita di sini, ngumpul nya aja di da'wah center) Jadi sering-sering aja main ke da'wah center Jubail, insya Allah ketemu mereka. Inya Allah juga kalau Bapak ke Saudi jadi alim seperti mereka.
Karena ini kota industri, ntah kenapa segala sesuatunya jadi lebih mahal disini jika dibandingkan di Khobar, baik itu housing, hotel atau belanja.
Saya cari-cari poto potretan saya tentang Jubail belum ketemu di hard disk, insya Allah nanti kalo ketemu saya upload deh..
Labels:
Jubail
Sunday, June 20, 2010
Penerbangan yang baik hati Saudi to Jakarta
Bapak/Ibu,
Dah lama saya ga posting. Saya habis pulang kampung ke Aceh nih. Kalau sudah di kampung, jadi ga sempat nulis. Karena ga punya waktu luang. Aneh ya ? padahal liburan kok ga punya waktu luang ??, Bener lho Pak, ada aja kerjaan saya di kampung, waktu rasanya cepat sekali berjalan, ya tidur lah, main sama anak lah, ke Fund land-lah, makan mie Aceh razali Peunayong-lah, jumpa kawan lama-lah, ke tempat saudara, wadoh.. kalau di buat list jadi panjang banget. Pokoknya kalau sudah pulang kampung, bisa jadi satu blog lagi yang judulnya "Ketika Ku Pulang Kampung".
Saya pulang kemarin naik Qatar Airways. Walaupun sempat punya pengalaman tidak sedap, schedule maskapai penerbangan ini lah yang paling pas buat saya untuk connection flight ke Banda Aceh. Saya naik jam 05:00 dari Bahrain ke Doha, selanjutnya dari Doha ke Jakarta. Nah, ada pengalaman menarik waktu saya pulang kemarin. Sesampainya di Doha Airport, waktu hendak boarding ke Jakarta, si ground staff tiba-tiba saja mencoret seat saya yang sudah di booked dari Bahrain. Lho.."kenapa mas ?" tanya saya. "Saya pilihnya isle seat ya mas ?" Don't worry, "kata si ground staff, "I'd give you a better seat" sambil menuliskan seat 3C di boarding pass saya. Lho, 3C kan kelas bussiness.. kok bisa gini ya ?? ehemm baik banget ya Pak/Ibu Qatar Airways-nya, atau jangan-jangan dia baca tulisan saya di blog ini terus jadi tersentuh ? trus bagi-bagi seat business class ehehehe..
Atau jangan-jangan karena saya ikut privilege club-nya Qatar Airways. Ntahlah, yang jelas saya malas nanya, takut Qatar Airways-nya berubah pikiran. Kalau Bapak ingin ikut privilege club Qatar Airways, click aja di sini. Gratis kok..
Dah lama saya ga posting. Saya habis pulang kampung ke Aceh nih. Kalau sudah di kampung, jadi ga sempat nulis. Karena ga punya waktu luang. Aneh ya ? padahal liburan kok ga punya waktu luang ??, Bener lho Pak, ada aja kerjaan saya di kampung, waktu rasanya cepat sekali berjalan, ya tidur lah, main sama anak lah, ke Fund land-lah, makan mie Aceh razali Peunayong-lah, jumpa kawan lama-lah, ke tempat saudara, wadoh.. kalau di buat list jadi panjang banget. Pokoknya kalau sudah pulang kampung, bisa jadi satu blog lagi yang judulnya "Ketika Ku Pulang Kampung".
Saya pulang kemarin naik Qatar Airways. Walaupun sempat punya pengalaman tidak sedap, schedule maskapai penerbangan ini lah yang paling pas buat saya untuk connection flight ke Banda Aceh. Saya naik jam 05:00 dari Bahrain ke Doha, selanjutnya dari Doha ke Jakarta. Nah, ada pengalaman menarik waktu saya pulang kemarin. Sesampainya di Doha Airport, waktu hendak boarding ke Jakarta, si ground staff tiba-tiba saja mencoret seat saya yang sudah di booked dari Bahrain. Lho.."kenapa mas ?" tanya saya. "Saya pilihnya isle seat ya mas ?" Don't worry, "kata si ground staff, "I'd give you a better seat" sambil menuliskan seat 3C di boarding pass saya. Lho, 3C kan kelas bussiness.. kok bisa gini ya ?? ehemm baik banget ya Pak/Ibu Qatar Airways-nya, atau jangan-jangan dia baca tulisan saya di blog ini terus jadi tersentuh ? trus bagi-bagi seat business class ehehehe..
Atau jangan-jangan karena saya ikut privilege club-nya Qatar Airways. Ntahlah, yang jelas saya malas nanya, takut Qatar Airways-nya berubah pikiran. Kalau Bapak ingin ikut privilege club Qatar Airways, click aja di sini. Gratis kok..
Labels:
Memilih penerbangan,
Privilege Club
Thursday, May 27, 2010
Pekerja Sejati..
Saudi Arabia negara yang unik. Sangat menjanjikan bagi banyak orang. Orang-orang berdatangan dari berbagai penjuru negara. Easy money in here..begitu kata teman saya yang orang barat, yang bekerja sebagai salah satu manager di sini. Free tax, housing di tanggung, medical, school provided, car provided, flight ticket back provided, begitu bunyi tawaran perusahaan-perusahaan di sini. Praktis uang gaji bisa di simpan sesimpan-simpannya untuk di bawa pulang ke negara masing-masing.
Negara yang punya uang, tapi relative masih minim pekerja. Mereka membangun mega proyek di sini, bukan yang skala kecil. Selalu, the biggest refinery, the biggest petrochemical, dan the biggest lainnya. Saudi memang butuh pekerja.
Bagi orang-orang barat yang punya keahlian, ini ladang yang luar biasa tentunya. Mega proyek...., sangat menantang. Barat sekarang memang yang memegang kendali teknologi. Walaupun tidak sedikit yang cuma beruntung berasal dari barat dan bisa berbahasa Inggris dengan baik dan benar. Tidak sedikit pula pekerja skill yang berasal dari Timur yang tidak kalah keahliannya. Bahkan mungkin jumlahnya jauh lebih besar.
Seiring dengan berjalannya waktu, Saudi sepertinya menyadari bahwa, rakyatnya harus di didik untuk bisa menjadi motor utama perusahaan disini. Pekerja-pekerja asing mulai dikurangi. Saya belum melihat dampaknya ke pekerja yang berasal dari negara non barat. Tapi orang-orang barat disini mulai dipangkas karena mungkin salah satunya cost mereka yang besar. Sang expat dari barat digantikan oleh orang Saudi, dan sebagai pendampingnya, mereka menggunakan tenaga dari negara Timur. Saya tidak mau terjebak perdebatan kok si Barat di gaji lebih besar dan si Timur lebih kecil walaupun punya keahlian sama. Saya ga menyalahkan mereka sih, dapat gaji yang besar. Wong,di negaranya juga cost of living besar, atau gaji orang timur yang kekecilan dinegaranya ?? ntah lah..
Makanya ketika ada pertanyaan soal standard gaji, saya cenderung untuk menjawab, berapa cost of living disini, jadi Bapak/Ibu bisa tahu kira-kira bakal bisa saving berapa. Perusahaan (Government of Saudi owned company) disini sepertinya tidak memberi ruang untuk negosiasi, namun berbeda jika seandainya Bapak/Ibu bekerja di perusahaan multinational company disini. Saya melihat ada peluang untuk itu. Namun, semua bisa di bicarakan dan di coba, bukan begitu ?
Bagaimana dengan pekerja non-skill ? Woi.. jumlahnya jauh lebih besar. Merekalah pekerja-pekerja sejati yang coba mengadu nasib demi hidup yang lebih baik untuk anak-anak dan istrinya. Ah.. terus terang sebenarnya saya tidak melihat ada perbedaan anatara pekerja skill dan non-skill dalam hal ini. Toh, semuanya juga datang kemari demi hidup yang lebih baik. Bener ga ? Tapi pekerja non skill tidak bisa membawa keluarganya disini. Hanya pekerja yang berpredikat minimal Technician yang bisa membawa keluarga ke sini, begitu menurut peraturan Saudi.
Jarang pekerja non-skill ini pulang setahun sekali. Umumnya 2 hingga 3 tahun sekali. Saya tidak bisa membayangkan berpisah dari anak dan istri selama setahun. Sebulan aja berat rasanya. Mungkin saya yang terlalu sentimentil ? Tapi menurut saya ini masalah sosial yang lain. Eh.. banyak juga lho pekerja yang skill tidak membawa keluarga ke sini. Tapi umumnya itu karena itu pilihan mereka. Mereka memilih untuk tidak membawa keluarga...Saya sering mengamati para pekerja Non-Skill disini. Membuat kaki saya tetap ditanah.. to keep my feet on the ground ...itu kata rekan saya sorang bule yang bijaksana...how lucky I am
Labels:
Renungan,
salary,
saudi arabia,
visa saudi
Saudi Visa di Indonesia
Bapak/Ibu,
Ada yang tertarik ingin tahu cara mengurus visa ke Saudi ?
Umumnya orang yang ke Saudi itu paling untuk urusan Haji atau Umroh. Biasanya sudah di urusin oleh agent atau kalau yang haji melalui departemen agama, visa sudah di urus oleh mereka. Bener ga ?
Trus bagaimana Bapak/Ibu yang perlu visa untuk keperluan business ? siapa tahu Bapak/Ibu tertarik ingin ekspor/impor unta ke Indonesia, atau ingin impor air zam-zam. Trus gimana cara mengurus visa business nya ? Ternyata sama saja Pak/Bu.. harus melalui agen juga..Ada agen-agen khusus yang telah ditunjuk oleh Saudi embassy di Indonesia untuk mengurus ini. Paling tidak itu pengalaman saya. Saya datang pertama kali dengan visa business. Kalau Bapak/Ibu perlu kontak agen tersebut, silahkan kontak saya, nanti insya Allah saya kasi. Syarat-syarat pengurusan business visa sebagai berikut:
1. Invitation letter dari sang employer di Saudi.
2. Sijil tijari (semacam surat registrasi sang employer di Saudi)
3. Surat dari perusahaan Bapak/Ibu di Indonesia.
4. Paspor
5. Poto paspor size 2 lembar.
6. Bayar duit ke si agen.. Pengalaman saya, untuk single entry satu juta dan multiple entry dua juta..
Untuk invitation letter dan Sijil Tijari cuma poto copy doang kok Pak/Bu, jadi bisa di send by email. Proses visa-nya 2 atau 3 hari kerja. Tergantung mood..
Ada yang tertarik ingin tahu cara mengurus visa ke Saudi ?
Umumnya orang yang ke Saudi itu paling untuk urusan Haji atau Umroh. Biasanya sudah di urusin oleh agent atau kalau yang haji melalui departemen agama, visa sudah di urus oleh mereka. Bener ga ?
Trus bagaimana Bapak/Ibu yang perlu visa untuk keperluan business ? siapa tahu Bapak/Ibu tertarik ingin ekspor/impor unta ke Indonesia, atau ingin impor air zam-zam. Trus gimana cara mengurus visa business nya ? Ternyata sama saja Pak/Bu.. harus melalui agen juga..Ada agen-agen khusus yang telah ditunjuk oleh Saudi embassy di Indonesia untuk mengurus ini. Paling tidak itu pengalaman saya. Saya datang pertama kali dengan visa business. Kalau Bapak/Ibu perlu kontak agen tersebut, silahkan kontak saya, nanti insya Allah saya kasi. Syarat-syarat pengurusan business visa sebagai berikut:
1. Invitation letter dari sang employer di Saudi.
2. Sijil tijari (semacam surat registrasi sang employer di Saudi)
3. Surat dari perusahaan Bapak/Ibu di Indonesia.
4. Paspor
5. Poto paspor size 2 lembar.
6. Bayar duit ke si agen.. Pengalaman saya, untuk single entry satu juta dan multiple entry dua juta..
Untuk invitation letter dan Sijil Tijari cuma poto copy doang kok Pak/Bu, jadi bisa di send by email. Proses visa-nya 2 atau 3 hari kerja. Tergantung mood..
Labels:
saudi arabia,
visa saudi
Tuesday, May 25, 2010
Bahasa, Makanan, tetangga, Rumah, Lingkungan, etc Part 2
Kita sambung ya Pak/Ibu,
Saya pernah cerita bahwa di Saudi kalau Bapak datang sendiri tanpa keluarga, maka Bapak harus tinggal di akomodasi yang khusus buat para "bujangan" (bachelor). Antara akomodasi bujangan dan family, tidak boleh digabung. Jadi waktu Bapak cari akomodasi, Bapak akan ditanya , .."lu bujangan apa bawe keluarge ??".
Pernah juga saya cerita, ada dua tipe akomodasi yang tersedia disini. Di dalam compound (komplek) atau di apartment. Seandainya Bapak bujangan, dan tinggal di bachelor compound, maka ongkos sewa, termasuk makan dan minum pagi, siang dan malam. Harga compound bachelor perhari sekitar 250-300 rial, sudah termasuk makan pagi, siang dan malam. Ada beberapa compound yang punya harga relatif murah di Khobar, tapi bagus, diantaranya Rezayat Village dan Tamimi Compound. Compound lain juga punya akomodasi untuk bachelor seperti Euro Village, tapi harganya lebih mahal. Kurang tahu berapa harganya, kalau Bapak ingin tahu , nanti coba saya cariin. Fasilitas di dalam compound sih umumnya standard, seperti gym, basket court, tenis court dan kolam renang. Sedangkan kalau tinggal di Apartemen ya tidak ada fasilitas di atas, dan harus sedia makanan sendiri. Tapi jelas lebih murah. Bagus untuk berhemat..
Saya melihat perumahan di Saudi, selalu dilengkapi dengan pagar semen tinggi sehingga orang dari luar tidak bisa melihat dari luar. Saya pernah tanya kepada salah satu teman Saudi. Kenapa bangun pagar tinggi-tinggi banget sih ? Jawabannya simple...for safety. Orang Saudi merasa tidak secure.. Trus emangnya ke tetangga saling kenal ga ? ya, cuma say hello aja...Trus nanti kalau meninggal mayatnya siapa yang ngurus ?? ah ...kamu banyak nanya ah.. disini ada petugas khusus pengurus mayat, keluarga yang ditinggalkan, tinggal telpon petugas ini aja.....Dasar orang kampung... ga pernah liat pagar rumah tinggi.. trus bingung, mayat kok petugas yang ngurusin, karena di kampung saya, para tetangga yang mengurus.. Tidak ada petugas-petugasan.. yang ada solidaritas.. fardhu kifayah..
Speed...
Mengendarai mobil di Saudi, sungguh menghanyutkan.. Jalanan bagus.. Minyak murah, cuma 40an halalah/liter..(sekitar Rp 1000-an)... mobil bisa naik yang relatif bagus, karena bisa beli yang kualitas bagus, karena harganya lebih murah ga kena pajak..(apalagi kalau mobil ga perlu beli, karena part of contract dengan employee heheh..Alhamdulillah).. tiba-tiba saja tanpa sadar kita sudah mencapai 120 km/jam.. bahkan saya tanpa sadar sering 160 km/jam.. harus hati-hati Pak/Ibu jangan mentang-mentang.. ya.. Kalau Bapak masih dengan bussiness visa, Bapak bisa pakai SIM international yang bisa di buat di IMI Jakarta. Bisa dilihat caranya disini.Namun jika sudah punya Iqama (KTP-nya Saudi) harus punya SIM Saudi..Eh..ngomong-ngomong tadi waktu pulang kantor, saya melihat pemandangan menarik di kaca spion mobil saya. Saya melihat ini sebagai salah satu dinamika kemewahan di Saudi..ini poto nya..Jarang lho Pak/Ibu ada orang naik motor di Saudi..
Saya pernah cerita bahwa di Saudi kalau Bapak datang sendiri tanpa keluarga, maka Bapak harus tinggal di akomodasi yang khusus buat para "bujangan" (bachelor). Antara akomodasi bujangan dan family, tidak boleh digabung. Jadi waktu Bapak cari akomodasi, Bapak akan ditanya , .."lu bujangan apa bawe keluarge ??".
Pernah juga saya cerita, ada dua tipe akomodasi yang tersedia disini. Di dalam compound (komplek) atau di apartment. Seandainya Bapak bujangan, dan tinggal di bachelor compound, maka ongkos sewa, termasuk makan dan minum pagi, siang dan malam. Harga compound bachelor perhari sekitar 250-300 rial, sudah termasuk makan pagi, siang dan malam. Ada beberapa compound yang punya harga relatif murah di Khobar, tapi bagus, diantaranya Rezayat Village dan Tamimi Compound. Compound lain juga punya akomodasi untuk bachelor seperti Euro Village, tapi harganya lebih mahal. Kurang tahu berapa harganya, kalau Bapak ingin tahu , nanti coba saya cariin. Fasilitas di dalam compound sih umumnya standard, seperti gym, basket court, tenis court dan kolam renang. Sedangkan kalau tinggal di Apartemen ya tidak ada fasilitas di atas, dan harus sedia makanan sendiri. Tapi jelas lebih murah. Bagus untuk berhemat..
Saya melihat perumahan di Saudi, selalu dilengkapi dengan pagar semen tinggi sehingga orang dari luar tidak bisa melihat dari luar. Saya pernah tanya kepada salah satu teman Saudi. Kenapa bangun pagar tinggi-tinggi banget sih ? Jawabannya simple...for safety. Orang Saudi merasa tidak secure.. Trus emangnya ke tetangga saling kenal ga ? ya, cuma say hello aja...Trus nanti kalau meninggal mayatnya siapa yang ngurus ?? ah ...kamu banyak nanya ah.. disini ada petugas khusus pengurus mayat, keluarga yang ditinggalkan, tinggal telpon petugas ini aja.....Dasar orang kampung... ga pernah liat pagar rumah tinggi.. trus bingung, mayat kok petugas yang ngurusin, karena di kampung saya, para tetangga yang mengurus.. Tidak ada petugas-petugasan.. yang ada solidaritas.. fardhu kifayah..
Speed...
Mengendarai mobil di Saudi, sungguh menghanyutkan.. Jalanan bagus.. Minyak murah, cuma 40an halalah/liter..(sekitar Rp 1000-an)... mobil bisa naik yang relatif bagus, karena bisa beli yang kualitas bagus, karena harganya lebih murah ga kena pajak..(apalagi kalau mobil ga perlu beli, karena part of contract dengan employee heheh..Alhamdulillah).. tiba-tiba saja tanpa sadar kita sudah mencapai 120 km/jam.. bahkan saya tanpa sadar sering 160 km/jam.. harus hati-hati Pak/Ibu jangan mentang-mentang.. ya.. Kalau Bapak masih dengan bussiness visa, Bapak bisa pakai SIM international yang bisa di buat di IMI Jakarta. Bisa dilihat caranya disini.Namun jika sudah punya Iqama (KTP-nya Saudi) harus punya SIM Saudi..Eh..ngomong-ngomong tadi waktu pulang kantor, saya melihat pemandangan menarik di kaca spion mobil saya. Saya melihat ini sebagai salah satu dinamika kemewahan di Saudi..ini poto nya..Jarang lho Pak/Ibu ada orang naik motor di Saudi..
Labels:
bachelor compound,
driving licence,
khobar,
saudi arabia
Monday, May 24, 2010
Bahasa, Makanan, tetangga, Rumah, Lingkungan, etc
Bapak/Ibu,
Apa kabar ?
Kalau di luar negeri, atau ga usah luar negeri lah.. luar kampung aja. Apa yang beda ya ? pasti bedakan ? ya namanya juga kampung orang. Budayanya bisa beda, tingkah laku, adat istiadat, makanan, bisa jadi beda.
Arab Saudi sebagaimana kita tahu sangat kuat dengan "culture" muslim-nya. Namun ingat lho ya, budaya dan agama bisa beda. Kadangkala budaya bertentangan dengan agama. Kalau sudah seperti ini, seorang muslim yang baik haruslah memilih aturan agamanya dari pada budaya. Bener ga ? Begitu juga di Saudi. Namun, kadangkala "si budaya", karena sudah sangat membaur dengan masyarakat, seolah-olah menjadi aturan agama.
..."halo..you la..how are you.."
...."I call you many..many ...many time"...
.... "but you no answer"....
... "Alah... you joking... I no believe you hahahaha"..
Perbincangan diatas saya dengar dari orang Indonesia yang lagi ngobrol dengan sahabatnya dari negara lain lewat HP. Seiring berjalannya waktu, Saudi telah berubah menjadi negara yang multicultural. Seperti biasa bahasa Inggris sepertinya menjadi penyatu perbincangan. Senang sekali saya mendengar perbincangan diatas. Si orang Indonesia tadi sangat pede dalam dengan bahasa Inggris-nya, tidak perduli grammar, yang penting ngobrol. Saya mengamati, yang dilakukan oleh si orang Indonesia tadi berbeda dengan orang Indonesia kebanyakan. Orang Indonesia itu memandang diam adalah emas. Ada benarnya sih, namun harus pada konteksnya. Agama mengajarkan berkata yang baik atau diam. Jangan-jangan Bapak/Ibu diam karena kendala bahasa ya ? hahaha.. kadangkala saya seperti itu. Akibatnya kadangkala orang Indonesia dinilai tidak cakap dalam bekerja, kurang aktif.. Padahal cuma gara-gara kurang "ngomong" aja. Ya udah, mulai sekarang saya pede aja ah.. ga perduli ama grammar, sambil terus belajar.. hajar !!!
bersambung...
Apa kabar ?
Kalau di luar negeri, atau ga usah luar negeri lah.. luar kampung aja. Apa yang beda ya ? pasti bedakan ? ya namanya juga kampung orang. Budayanya bisa beda, tingkah laku, adat istiadat, makanan, bisa jadi beda.
Arab Saudi sebagaimana kita tahu sangat kuat dengan "culture" muslim-nya. Namun ingat lho ya, budaya dan agama bisa beda. Kadangkala budaya bertentangan dengan agama. Kalau sudah seperti ini, seorang muslim yang baik haruslah memilih aturan agamanya dari pada budaya. Bener ga ? Begitu juga di Saudi. Namun, kadangkala "si budaya", karena sudah sangat membaur dengan masyarakat, seolah-olah menjadi aturan agama.
..."halo..you la..how are you.."
...."I call you many..many ...many time"...
.... "but you no answer"....
... "Alah... you joking... I no believe you hahahaha"..
Perbincangan diatas saya dengar dari orang Indonesia yang lagi ngobrol dengan sahabatnya dari negara lain lewat HP. Seiring berjalannya waktu, Saudi telah berubah menjadi negara yang multicultural. Seperti biasa bahasa Inggris sepertinya menjadi penyatu perbincangan. Senang sekali saya mendengar perbincangan diatas. Si orang Indonesia tadi sangat pede dalam dengan bahasa Inggris-nya, tidak perduli grammar, yang penting ngobrol. Saya mengamati, yang dilakukan oleh si orang Indonesia tadi berbeda dengan orang Indonesia kebanyakan. Orang Indonesia itu memandang diam adalah emas. Ada benarnya sih, namun harus pada konteksnya. Agama mengajarkan berkata yang baik atau diam. Jangan-jangan Bapak/Ibu diam karena kendala bahasa ya ? hahaha.. kadangkala saya seperti itu. Akibatnya kadangkala orang Indonesia dinilai tidak cakap dalam bekerja, kurang aktif.. Padahal cuma gara-gara kurang "ngomong" aja. Ya udah, mulai sekarang saya pede aja ah.. ga perduli ama grammar, sambil terus belajar.. hajar !!!
bersambung...
Labels:
Renungan,
saudi arabia
Saturday, May 22, 2010
Shalat Jum'at..
Saya ga bisa bahasa Arab Pak/Ibu.. lha apa ini maksudnya ? Walaupun ini negara Arab, tapi karena banyak pendatang, ketidakbisaan berbahasa Arab sepertinya tidak terlalu bermasalah. Asal bisa bahasa Inggris, insya Allah bisa survive lah..tapi saya mau belajar.. Saya mau belajar bahasa Arab biar nanti kalo shalat, saya bisa ngerti apa yang di bacakan. Biar nanti bisa baca quran ga perlu pakai terjemahan. Bapak/Ibu baca Quran ga ? pernah baca terjemahannya sampai habis ga ? Hebat lho Pak/Bu Alquran itu.. Kawan saya yang orang Nigeria pernah bilang gini .."kata-kata didalam Al-quran itu tidak bisa tergantikan, sangat berurutan, kalau satu kata diganti dengan kata yang lain, walaupun mempunyai makna yang sama, pasti ketahuan deh".. Teman dari Nigeria ini bisa berbahasa Inggris dan Bahasa Arab. Tapi dia menyebutnya broken English and broken Arabic. Karena menurut dia sih, ga sesuai ama kaedah perbahasaan.. Namun, menurut saya bahasanya mantap banget..
Semua nabi/rasul punya mukjizat masing-masing kan ? Karena nabi/rasul dah wafat, mestinya kita tidak bisa melihat lagi mukjizat itu. Tapi ada lho Pak/Bu, mukjizat yang masih bisa kita rasakan. Mukjizatnya nabi Muhammad SAW. Yaitu Al-quran.. Ayo Pak/Ibu, kita buktikan..kita baca Quran yuk !!!
Berhubungan soal bahasa tadi, semenjak saya disini. Saya suka kebingunangan kalau shalat Jumat. Begitu khatib naik mimbar, saya bingung, ini yang mana pembukaan ? yang mana isi khutbah ? dan yang mana doa ? nda ngerti soalnya. Sampai akhirnya saya ditugaskan ke daerah Industri Jubail untuk menangani salah satu fertilizer plant disana. Ketika Jum'at, saya shalat di Islamic Center Jubail. Setelah selesai shalat Jumat, saya melihat di dekat pintu keluar mesjid, beberapa orang dengan "tampang" melayu tulen duduk berkumpul dan sepertinya menunggu sesuatu. Iseng-iseng saya dekati (seperti yang pernah saya ceritakan disini, saya paling ndak bisa melihat tampang melayu, pasti saya tanyain.. Indonesia kah ?? ). Eh.. bener.. Indonesia Pak/Ibu.. "oooo iya mas, kita lagi menunggu ustadz buat menterjemahin khutbah Jum'at tadi.." Wah.. ternyata di Islamic center ini, ustadz-nya berasal dari berbagai negara dan setiap habis Jumat, sang ustadz yang dari berbagai negara tadi berkumpul ke "kelompok negaranya" masing-masing dan menterjemahkan khutbah Jum'at sang khatib..
Jadi kalau bapak/Ibu mulai bosan mendengarkan khatib Jumat karena nda ngerti apa yang dikatakannya, sholat jum'at lah di Islamic Center yang ada di kota-kota besar di Saudi. Selesai Sholat, jangan langsung pulang (buru2 amat..mau kemana sih ??) lihat aja sekeliling mesjid, "tampang-tampang Melayu" yang berkumpul. Insya Allah ada program ini disana. Selain program terjemahan shalat Jum'at, mereka juga punya pengajian rutin dan program belajar bahasa Arab lho.. Juga buat keluarga..
Ada web bagus nih, ternyata tanpa kita sadar, orang Indonesia sudah berbahasa Arab..Klik disini.
Semua nabi/rasul punya mukjizat masing-masing kan ? Karena nabi/rasul dah wafat, mestinya kita tidak bisa melihat lagi mukjizat itu. Tapi ada lho Pak/Bu, mukjizat yang masih bisa kita rasakan. Mukjizatnya nabi Muhammad SAW. Yaitu Al-quran.. Ayo Pak/Ibu, kita buktikan..kita baca Quran yuk !!!
Berhubungan soal bahasa tadi, semenjak saya disini. Saya suka kebingunangan kalau shalat Jumat. Begitu khatib naik mimbar, saya bingung, ini yang mana pembukaan ? yang mana isi khutbah ? dan yang mana doa ? nda ngerti soalnya. Sampai akhirnya saya ditugaskan ke daerah Industri Jubail untuk menangani salah satu fertilizer plant disana. Ketika Jum'at, saya shalat di Islamic Center Jubail. Setelah selesai shalat Jumat, saya melihat di dekat pintu keluar mesjid, beberapa orang dengan "tampang" melayu tulen duduk berkumpul dan sepertinya menunggu sesuatu. Iseng-iseng saya dekati (seperti yang pernah saya ceritakan disini, saya paling ndak bisa melihat tampang melayu, pasti saya tanyain.. Indonesia kah ?? ). Eh.. bener.. Indonesia Pak/Ibu.. "oooo iya mas, kita lagi menunggu ustadz buat menterjemahin khutbah Jum'at tadi.." Wah.. ternyata di Islamic center ini, ustadz-nya berasal dari berbagai negara dan setiap habis Jumat, sang ustadz yang dari berbagai negara tadi berkumpul ke "kelompok negaranya" masing-masing dan menterjemahkan khutbah Jum'at sang khatib..
Jadi kalau bapak/Ibu mulai bosan mendengarkan khatib Jumat karena nda ngerti apa yang dikatakannya, sholat jum'at lah di Islamic Center yang ada di kota-kota besar di Saudi. Selesai Sholat, jangan langsung pulang (buru2 amat..mau kemana sih ??) lihat aja sekeliling mesjid, "tampang-tampang Melayu" yang berkumpul. Insya Allah ada program ini disana. Selain program terjemahan shalat Jum'at, mereka juga punya pengajian rutin dan program belajar bahasa Arab lho.. Juga buat keluarga..
Ada web bagus nih, ternyata tanpa kita sadar, orang Indonesia sudah berbahasa Arab..Klik disini.
Labels:
islamic center,
Renungan,
saudi arabia
Lowongan di Saudi Arabia
Bapak/Ibu,
Beberapa hari yang lalu saya dapat e-mail dari seorang fresh graduate Indonesia yang ingin tanya informasi soal lowongan kerja di Arab Saudi. Saya senang sekali, trus saya cerita soal gimana saya bisa dapat kerja disini. Kurang lebih seperti inilah. Bukan mustahil lho Pak/Ibu, sorang fresh graduate bisa kerja di luar negeri. Insya Allah ada.. Coba hunting disini..
http://www.aljazeerajobs.com/
http://www.bayt.com/job/home.adp
http://www.naukrigulf.com/
http://www.ggheewala.com/index.asp
http://www.monstergulf.com/
www.jobserve.com
http://www.petromindo.com/job.php
http://www.job-ruwaiscity.blogspot.com/
http://career.maersk.com/ MaerskCom/Templates/JobPortal/
http://www.alljobs.com.au/
http://www.rigzone.com/jobs/ search_jobs. asp
http://www.worldwideworker.com/seeker/
http://www.mnaglobalcom/oil-and-gas-jobs/jobs.php?pg=23&i=2&addAnother=1
http://www.jobsataramco.com/Home/default.aspx
https://marathon-careers.com/Search.asp?xid=33938492994033817927&src=001
http://www.qp.com.qa/qp.nsf/jobs?openview&Start=1&Count=100&Expand= 58
http://careers.chevron.com/
http://www.oilandgasjobsearch.com/
http://www.shell.com/home/content/careers/
http://www.discoverpetronas.com/
http://www.bp.com/home.do?categoryId=1
http://career.maersk.com/en/Pages/CareerHomeNew.aspx
http://www.oilcareer.com/
http://www.oilcareer.com/linksexchange.htm
http://www.huntoil.com/
Beberapa hari yang lalu saya dapat e-mail dari seorang fresh graduate Indonesia yang ingin tanya informasi soal lowongan kerja di Arab Saudi. Saya senang sekali, trus saya cerita soal gimana saya bisa dapat kerja disini. Kurang lebih seperti inilah. Bukan mustahil lho Pak/Ibu, sorang fresh graduate bisa kerja di luar negeri. Insya Allah ada.. Coba hunting disini..
http://www.aljazeerajobs.com/
http://www.bayt.com/job/home.adp
http://www.naukrigulf.com/
http://www.ggheewala.com/index.asp
http://www.monstergulf.com/
www.jobserve.com
http://www.petromindo.com/job.php
http://www.job-ruwaiscity.blogspot.com/
http://career.maersk.com/ MaerskCom/Templates/JobPortal/
http://www.alljobs.com.au/
http://www.rigzone.com/jobs/ search_jobs. asp
http://www.worldwideworker.com/seeker/
http://www.mnaglobalcom/oil-and-gas-jobs/jobs.php?pg=23&i=2&addAnother=1
http://www.jobsataramco.com/Home/default.aspx
https://marathon-careers.com/Search.asp?xid=33938492994033817927&src=001
http://www.qp.com.qa/qp.nsf/jobs?openview&Start=1&Count=100&Expand= 58
http://careers.chevron.com/
http://www.oilandgasjobsearch.com/
http://www.shell.com/home/content/careers/
http://www.discoverpetronas.com/
http://www.bp.com/home.do?categoryId=1
http://career.maersk.com/en/Pages/CareerHomeNew.aspx
http://www.oilcareer.com/
http://www.oilcareer.com/linksexchange.htm
http://www.huntoil.com/
Labels:
kerja,
lowongan,
saudi arabia
Subscribe to:
Posts (Atom)