Saturday, September 10, 2016

How to turn wired printer to wireless

Assalamu'alaikum,

Hello Bapak/Ibu,

Saya hari ini senang sekali, karena berhasil membuat printer saya yang biasanya harus konek ke laptop dengan kabel, menjadi printer yang wireless. Hehehe.. saya tau, Bapak/Ibu, pasti bertanya. kok jadi pakar IT sekarang ? ya, saya anggap itu menjadi bagian hidup di Saudi Arabia. You have to be all.. :)

In my case, i use print server in order to turn my wired printer into wireless. I bought a cheap print server from ebay. It costed me USD 20 (including shipment). By the way, i use zain 4G router (huawei Model B315s-22).

Okay, this is what you need to do;
  1. Connect printer to printer server by using USB to USB b-type (included in the package), then by using Ethernet cable, connect print server to router. Power up all.
  2. Install software launch network printer wizard (included in the CD package). Then by using the wizard, find your printer. In my case, it is HP LaserJet CP1025. 
  3. I was able to print flawlessly. But then, the problem arose. The connection is unstable. It keep losses connection. :(

After dwelling around internet, i found this link that really helps. There is suggestion to connect the print server by assigning static IP address to the print server. This is what should you do;

  1. Connect directly print server to your laptop by using ethernet cable.
  2. Open your internet browser, then type: 169.254.10.10 to open Network Print Server management web page.
  3. On Network Print Server management web page, click Network, then change DHCP setting from Enable to Disable, in order to change the IP address of print server to fixed.
  4. Assign an IP address to your print server. In my case, Zain 4G router (Huawei B31s-22) ranging from 192.168.1.100 to 200. Just chose one of them.
  5. Click Submit. This will restart your print server.
  6. Connect your print server to printer, then print server to router. 
  7. Run the add printer wizard on windows. Chose connect to local printer, TCP/IP Port. You can find details in this link
  8. Then, you should be able to connect to your printer.   

Thursday, February 11, 2016

How to unlock mobily 4G LTE router Model QDC

Hello,

Untuk Bapak/Ibu sekalian, mohon maaf, karena tulisan ini akan saya tulis dalam bahasa Inggris. Biar banyak manfaatnya.

Hello,

I intentionally write this post in English, so that more people will gain benefit. This is how to unlock mobily 4G LTE router model QDC. I consider this to be part of living in Saudi Arabia :)

Actually I copied the steps in this blog. I found the file that i downloaded was saved in secured place, without "strange" pop up windows. You can download the files required in this link. I will not mention the steps in detail, but i would just mention trick for smoother unlock.

  1. Downgrade the firmware in step-wisely. The unlock is available for version 1.02.32. If your firmware happened to be in the version higher than 1.02.33, i.e 1.02.41 then downgrade it to 1.02.33 (mr7015al-zz_r0b_FW_1.02.33(20120618)), then to 1.02.32  by using (mr7015al-zz_r0b_FWN_1.02.32(20120330) .  
  2. Once your firmware in 1.02.32, then flash the LTE module.
  3. There are some reports that their router keep updating automatically to 1.02.41. I think they forgot to change the auto firmware info url to 0.0.0.0 (actually it is there, written in tagalog..:)).
  4. Setup the APN, then you should be able to connect.
------- update 29 Feb 2016

After unlocking the router, my router keeps disconnected when idle. To connect it, i had to restart the router. It drove me crazy..!!! 

After a month dwelling around internet, and hundred times of testing, i finally solve it. Alhamdulillah.. 

Mine was solved by upgrading the LTE module to the latest version. So, basically you don't have to flash the LTE module when unlocking :)..

If you already flashed the LTE module when unlocking, and changed the url to 0.0.0.0 you just need to change it back to the default url before unlocking (see above picture for default url), then trigger LTE module update.

You can also update the firmware to 1.02.33, but you can't update to the latest firmware, because it's going to lock your router back to mobily. 

Don't forget to switch the url back to 0.0.0.0, if you don't want the router to update the firmware automatically and lock you back to mobily.

Tuesday, June 30, 2015

Kirim shipment murah dengan Saudi Post

Hello...Hello...!!!
Assalamu'alaikum,

Long time not see..!!!
Dah lama ya ga ketemu..!!! Hari ni saya mau menulis. Alasannya, karena saya hari ini baru saja mendapatkan parcel yang saya tunggu2 dari Saudi Post.. Saya mau memberikan tips.. kepada Bapak2/Ibu2 sekalian, biar ga dongkol kayak saya.. :(.
Oke.. gini ya.. Kadang ntah kenapa, saat berada di Saudi, orang2 jadi hobi banget untuk belanja online.. Mungkin mrk ga ada kerjaan.. atau mungkin utk mengisi kekosongan waktu. Nah, salah satu kendala belanja online adalah mahalnya ongkos kirim. Salah satu solusinya adalah dengan menggunakan jasa saudi post. Mereka punya tarif kadang2 agak miring, semiring kalo kita nurun bukit.

Nah, berbeda dengan courier premium, yang kadang bisa dengan alamat seadanya, barang yang kita beli bisa nyampe, Saudi post agak ketat utk masalah alamat ini. Jika alamat kita ternyata tidak sesuai dengan format national address, maka barang harus di ambil ke kantor pusat mereka.

Oke, kalau mau menulis alamat di Saudi, harus mengikuti format berikut;

  1. Search dulu rumah Bapak/Ibu.. dengan melihat di map saudi post ini.
  2. Dari link itu, pilih rumah Bapak/Ibu meng-klik nomor bangunan rumah Bapak/Ibu.. Format National address punya penampakan seperti ini:
  3. Nah, tulis format alamat Bapak persis sama seperti itu.
Trus, bagaimana jika seandainya shipment bapak gak sampe, ntah nyangkut dimana. Bapak bisa mencoba hal berikut;

1. Telpon call center saudi post di 920005700, tanya shipment dimana. 

2. Jika, call center rada2 bingung, bapak bisa coba utk langsung ke kantor post pusatnya. Utk di Riyadh, bertempat di daerah Batha. Nanti bisa langsung ke bagian pengambilan yg berada di basement, atau kalo mrk bingung, bisa cb di bagian return di gate 4. Di situ sy ketemukan barang saya :)

Thursday, February 7, 2013

Cerita dari Saudi Arabia

Bapak2/Ibu Apa khabar ?

Lama juga saya tidak menulis. Hari ini (kamis) libur di Saudi Arabia. Saya ingin menulis kisah2 di Saudi Arabia. Ada cerita tentang engineer, ada tentang supir taksi, PRT dan beberapa kisah lainnya.


Tuesday, February 7, 2012

Cara membuat SIM di Saudi Arabia

Bapak/Ibu,

Apa khabar ?

Lama tidak menulis.. Masih ingat saya ? :)

Saya lama tidak menulis karena lagi tidak menemukan momentum yang tepat nih.. Ditambah saya akhirnya pindah kerja. Makanya sekali-kali saya menulis, saya ingin menyampaikan sesuatu hal yang penting. Bagaimana cara membuat SIM di Saudi Arabia ? Penting bukan ??

Thursday, July 7, 2011

Ganti operator seluler di Saudi tidak perlu rubah nomer HP

Bapak/Ibu,

Saya merasa blog ini kurang informatif. Lebih banyak menuliskan perasaan dan pandangan saya sendiri tentang beberapa hal di Saudi ini. Oleh karenanya, pada kesempatan ini saya akan memberikan informasi tentang ganti operator seluler tidak perlu merubah nomor HP. Informatif bukan ? :) Cara di Saudi sungguh paten dan menyenangkan. Tidak seperti di Indonesia.

Tuesday, July 5, 2011

Standard Salary Engineer ?

Apa khabar Pak/Ibu,

Di tengah panasnya summer di Saudi, saya menulis kepada Bapak/Ibu. Salah satu keyword yang sering di cari oleh para pencari kerja intelek (baca: siapa saja yang merasa intelek: PRT, tukang las, engineer, dsb) di internet adalah standard salary engineer, atau salary accounting, atau IT salary dsb-nya. Kata ini kadang di sambung dengan "standar salary bla..bla...bla... Indonesia". Keyword itu juga sering kali berkembang menjadi "standard salary American engineer " atau "standard salary bos from UK", karena sekedar pengen menebak berapa sih salary bos :). Jika itu yang Bapak cari, saya akan membantu Bapak menemukan jawabannya disini.

Thursday, June 2, 2011

Kisah seorang engineer kampung..

Apa khabar ?

Bapak/Ibu,

Saya menulis ini dalam keadaan gundah gulana, sedih.. Pasalnya saya baru saja men-declined offer dari perusahaan top ten dunia menurut majalah Forbes. Mungkin Bapak akan mengatakan, "gaya nih, peluang ditolak." Ya, peluang itu harus saya tolak, bukan karena offer-nya tidak menarik, bukan itu (Well, menarik ga menarik tergantung sih..) Jadi dah memutuskan menolak, kenapa sedih ? Nyesal ya ? ..................Bukan, bukan nyesal. Tapi ada yang lain.

Thursday, May 19, 2011

11 Jam di Qatar

Apa khabar ?

Saya menulis dari Doha Qatar, di sebuah hotel berbintang, sambil menunggu calon bos yang ingin bertemu dengan saya sebelum memutuskan untuk menerima saya bergabung di departemen yang di pimpinnya. Perusahaan tersebut cukup ternama di dunia. Perjalanan saya sendiri cukup unik, karena saya cuma akan beberapa jam saja di Doha. Kelihatannya keren kan ?, perjalanan jauh-jauh, cuma untuk bertemu yang saya perkirakan cuma akan memakan waktu setengah jam, paling lama tiga puluh enam menit.. Keren kan ? ..akan keren jika semua biaya, di tanggung oleh perusahaan. Tapi jika harus ditanggung sendiri... meneketehe... !!! Tenang aja Pak/Ibu.. biaya di tanggung penuh perusahaan tersebut....

Lalu maksudnya nulis ini cuma buat pamer, makan di hotel berbintang, jauh-jauh cuma untuk beberapa menit, lalu terbang lagi 13 jam.. begitu ? Bukan Pak/Ibu, kalau cuma seperti ini, sudah terlalu sering bagi saya :). Saya mau menulis karena ada hal yang lain.

Sunday, May 8, 2011

Lowongan oi..lowongan

Apa khabar ?

Sudah lama tidak menulis. Sebenarnya sudah dua bulan ini saya di Indonesia. Anehnya, kalau sudah di kampung, menulis itu justru rada malas. Sampai kemudian saya tersadar (atau lebih tepatnya disadarkan) oleh beberapa lowongan yang datang tiba-tiba ke saya. Saya mau share di sini.

Sunday, April 3, 2011

4 Tahun Terakhir, Hampir 5 Ribu TKI Tewas di Luar Negeri

Apa khabar Bapak/Ibu,

Ada cerita dari detik.com di bawah ini. Sedih ya...?

Source: detik.com
Selasa, 08/03/2011 16:41 WIB

Jakarta
- Dalam 4 tahun terakhir, sedikitnya 4.590 Warga Negara Indonesia (WNI) tewas dalam status sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Angka kematian tertinggi terjadi tahun 2007 yakni 2.081 WNI. Menyusul kemudian tahun 2009 sebanyak 1.107 WNI. Sementara tahun 2010 sebanyak 908 dan 2008 mencapai 494 jiwa melayang.